Komandan Pasukan Khusus atau disingkat dengan Kopassus, menempati peringkat
ketiga di bawah naungan SAS (Inggris) dan MOSSAD (Israel).
Lain halnya dengan Amerika yang tidak menempatkan satupun wakilnya di
peringkat pertama situs Global Fire Power. Hal ini
disebabkan karena pasukan elit mereka lebih mengandalkan teknologi
daripada skill dan kemampuan individu dari pasukan itu sendiri. Berikut
adalah sederet prestasi mentereng militer Indonesia yang membanggakan di mata
dunia.
1. Peringkat Ketiga Pasukan Elite Dunia
Menurut Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus
berada di posisi tiga pasukan elite dunia karena ternyata mampu mengalahkan
pasukan elite dari beberapa negara lain yang terlalu bergantung pada teknologi
akurat, serba digital dan super canggih.
2. Peringkat Kedua Sukses Operasi Militer
Pada pertemuan Elite Forces di Wina, Austria. Kopassus meraih
peringkat kedua dalam melakukan operasi militer stategis (intelijen,
pergerakan, penyusupan, penindakan). Sementara itu, urutan pertama adalah
pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu, 35 pasukan elite dari
beberapa negara di dunia unjuk gigi dalam ajang tersebut.
3. Dipercaya oleh PBB
TNI sering ditugaskan PBB dalam misi perdamaian di Mesir sejak diterjunkan
pertama kali pada 8 Januari 1957 dengan Pimpinan Letkol Infantri Hartoyo.
Setelahnya, pasukan perdamaian TNI bernama Kontingen Garuda (KONGA) sudah lebih
dari 30 kali diterjunkan untuk menjaga dan memelihara perdamaian dunia.
4. Misi Diplomatik
KONGA juga melakukan misi diplomatik dengan mempertunjukan kebudayaan
Nusantara, salah satunya adalah memainkan angklung saat sedang bertugas di
Sudan. Aksi ini menunjukan pada dunia bahwa menjaga perdamaian tidak hanya
dengan peralatan senjata, namun juga bisa dilakukan dengan atribut kebudayaan
dan berbagai misi kemanusiaan.
5. Melatih Militer di Afrika
Setidaknya lebih dari 80% para Perwira Kopassus berpartisipasi dalam acara
pelatihan militer di Afrika. Hingga akhirnya beberapa negara di Afrika Utara
hingga Barat memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite
berkat tentara Indonesia.
6. Merah Putih di Gunung Everest
Berkat Kopassus, Indonesia pertama kalinya mengibarkan bendera merah putih
di puncak Gunung Everest. Sekaligus mencatatkan diri sebagai negara pertama di
Asia Tenggara yang pernah menginjakkan kaki di gunung tertinggi tersebut.
7. Operasi Woyla
Kopassus berhasil membebaskan seluruh sandera yang ada di dalam pesawat
Garuda Indonesia di tahun 1981. Semua pembajak tewas dihabisi, tak heran jika
ini aksi heroik ini mendapat pujian dari berbagai belahan dunia kala itu,
8. Prestasi Mayor Jenderal Rais Abin
Pada tahun 1976, Rais Abin dipercaya PBB sebagai Panglima United Nations
Emergency Forces (UNEF)II yaitu sebuah pasukan perdamaian PBB. Dalam misi ini
Rais Abin memimpin sekitar 4.000 tentara yang berasal dari berbagai negara di
dunia, yaitu Austria, Finlandia, Ghana, Polandia, Swedia, Irlandia, Nepal,
Panama, Australia dan khususnya Indonesia.
Rais Abin merupakan orang pertama di Asia yang menjabat Panglima UNEF II
dalam misi mejaga perdamaian antara Mesir dan Israel pasca perang Yom Kippur
(Oktober 1973). Berkat usaha lobi dan kerja keras Rais Abin, konflik antara
Mesir dan Israel berakhir dengan penandatanganan perjanjian yang berlangsung di
Gedung Putih, Amerika Serikat.
9. Juara Umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014
Kopassus menyabet kejuaraan menembak internasional AASAM 2014 ke 67.
Hasilnya, dari lomba ini TNI memperoleh 32 medali emas, 15 medali perak dan 20
perunggu dari anggota Angkatan Darat. Sedangkan, tuan rumah Australia berada di
urutan kedua dengan perolehan 6 medali emas, 15 perak dan 20 perunggu.
Disusul Brunei Darussalam di urutan ketiga dengan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu.
Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk ketujuh
kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2014 lalu.
10. Juara Umum Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM) 2015
Lomba tembak BISAM ke-11 yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari sampai
dengan 2 Februari 2015 di Brunei Darussalam diikuti oleh 16 negara peserta yang
terdiri dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, China, Oman,
Australia, Vietnam, New Zealand, United Kingdom, United States Of America,
Philipina, Laos, Thailand, Kamboja dan Pakistan.
Dalam lomba ini, Kontingen TNI menjadi juara umum dan memperoleh sebanyak 34
medali nomor individu serta kelompok. Pada nomor Individu, total medali yang
diraih sebanyak 6 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Sedangkan pada nomor kelompok,
TNI meraih sejumlah 14 emas, 3 perak dan 1 perunggu.
Prestasi diatas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para segenap
anggota TNI mengingat prestasinya yang selalu dikenal di berbagai negara
khususnya Indonesia. Sampai sekarang prestasi itupun masih terus berlanjut.
Semoga prestasi ini akan tetap ada di tahun yang akan datang, Semoga
saja
Sumber : http://wizamisasi.com/kekuatan-militer-indonesia/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar