Kamis, 19 November 2015

Peringkat 12 Dunia, Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara




KOMPAS.com — Global Firepower (GFP) adalah sebuah situs yang menyediakan analisis kekuatan militer sebagian besar negara di dunia. Situs ini memberi informasi 100 negara dengan militer terkuat dengan basis 50 faktor berbeda.

Faktor-faktor yang digunakan untuk menilai kekuatan militer sebuah negara ialah seperti jumlah penduduk, usia warga yang bisa menjadi personel militer, anggaran militer, jumlah peralatan militer, konsumsi BBM, utang luar negeri, dan banyak pengukur lainnya.

Misalnya, jumlah populasi sebuah negara menjadi awal penilaian daftar ini. Secara umum, semakin besar populasi sebuah negara, kekuatan militer negara itu akan semakin besar.

Agar penilaian ini adil, kapabilitas sebuah negara mengembangkan dan memiliki persenjataan nuklir tidak menjadi faktor penilai. Semua penilaian menunjukkan kemampuan militer sebuah negara jika terjadi perang konvensional baik perang darat, udara, maupun laut.

Setelah melakukan analisis menggunakan 50 basis penilaian itu, GFP menentukan, untuk 2015, negara dengan militer terkuat di dunia masih dipegang Amerika Serikat, diikuti Rusia dan China di peringkat kedua dan ketiga.

Sementara itu, India dan Inggris menduduki peringkat keempat dan kelima negara-negara dunia dengan militer paling mumpuni. Negara Asia lain yang menduduki posisi 10 besar adalah Korea Selatan di peringkat ketujuh dan Jepang di peringkat kesembilan.

Lalu, di mana posisi Indonesia? Dengan 50 basis penilaian yang sangat ketat itu, GFP menempatkan Indonesia menjadi negara dengan militer terkuat ke-12 di dunia.

Posisi Indonesia ini tepat di bawah Israel (11) dan di atas Australia (13). Dengan posisi ini, Indonesia juga lebih kuat dibanding beberapa negara Eropa, seperti Polandia, Ceko, atau Denmark.

Arti lain dari posisi ke-12 ini berarti secara militer Indonesia merupakan negara paling kuat di Asia Tenggara. Negara terkuat kedua di Asia Tenggara ditempati Thailand yang secara global menempati peringkat ke-20, diikuti Vietnam (21), Singapura (26), Malaysia (35), Filipina (40), Myanmar (44), Kamboja (96), dan Laos (117). Sementara itu, lima negara dengan kekuatan militer terbawah dalam daftar ini adalah Libya, Zambia, Mali, Mozambik, dan Somalia.  

Tahun 2020, Indonesia Akan Produksi Kapal Selam



TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, mulai tahun ini Indonesia akan mulai melakukan alih teknologi untuk pembuatan kapal tersebut.

“Tahun ini kita akan kirim insinyur-insinyur untuk memulai proses alih teknologi,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo, kepadaTempo, Senin, 6 Juni 2011.


Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.

Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. "Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini," ujarnya.

Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.

Indonesia, kata dia, juga belum memiliki galangan kapal dan kelengkapannya dengan kapasitas yang cukup besar untuk membangun kapal selam. Meskipun ada galangan yang cukup besar, diperlukan perbaikan dan penambahan fasilitas. "Biaya untuk membangun galangan kapal ini lebih besar dari biaya untuk pembelian satu unit kapal selam," kata Susilo.

Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Silmy Karim mengatakan komite bersama Kementerian Pertahanan akan mendorong beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan nasional. Salah satunya yang akan diusulkan adalah pembebasan bea masuk sparepart untuk industri pertahanan.

Ini dilakukan untuk memicu produksi alat pertahanan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negeri. "Sekarang kami sedang menginventarisir komponen apa saja yang perlu diberi pembebasan bea masuk," katanya. Kementerian akan meminta agar peraturan pembebasan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan khusus komponen pertahanan.

Sumber : http://militer-indonesia.blogspot.co.id/

5 Senjata Perusak yang Dilarang dalam Perang Internasional

Dalam Hukum Humaniter Internasional hukum perang internasional, senjata berbahan nuklir (bom nuklir,dll), bom kimia, bom biologis,,,penggunaanya dilarang .. karna efeknya bisa merusak lingkungan, mengakibatkan korban sipil, juga menimbulkan penderitaan yang tidak semestinya dan berkepanjangan (misalnya kanker )..
berikut senjata-senjata yang dilarang dalam Hukum Humaniter Internasional, namun masih ramai digunakan oleh militer negara – negara di dunia (mungkin orang berkecenderungan menghalalkan segala cara dalam peperangan)

1. Ranjau darat


Ranjau darat adalah alat peledak yang ditanamkan kedalam tanah, dan akan meledak ketika disentuh atau diinjak oleh sebuah kendaraan, orang, atau binatang. Ranjau darat digunakan untuk mengamankan daerah yang diperebutkan dan untuk membatasi pergerakkan lawan dalam perang.

ranjau darat sangat populer untuk digunakan di dalam pertempuran karena selain harganya terjangkau bahkan untuk militer negara miskin sekalipun, senjata ini juga memiliki efek merusak yang cukup hebat. Ranjau darat juga banyak menimbulkan korban sipil loh..sampe2 dibikinin ajang penghargaan khusus bagi wanita korban ranjau darat,biar mereka ga berkecil hati. nama ajangnya adalah miss landmine.
Beberapa senjata seperti bom cluster dan ranjau darat memang telah dilarang oleh PBB untuk diproduksi dan digunakan dalam peperangan, namun kepentingan bisnis negara-negara produsen seperti AS, Israel, Perancis, RRC, Russia dan sebagainya telah menutup mata hati para politikus dan ahli militer di banyak negara untuk tetap menggunakan dan memproduksi senjata-senjata tersebut.

2. Cluster Bomb


Bom cluster atau bom tandan atau bom curah adalah bom yang memiliki mekanisme unik dimana setelah diluncurkan dari pesawat tempur atau bomber, bom akan pecah menjadi ratusan bom kecil berupa kaleng. Pada awalnya bom ini diciptakan untuk menghancurkan landasan pacu pangkalan udara, konvoi kendaraan lapis baja atau untuk membubarkan konsentrasi pasukan darat. Diproduksi dengan berbagai nama seperti CBU/Cluster Bomb Units (Amerika Serikat), Belouga (Perancis), Excalibur (Amerika Serikat). Secara efektif bom ini digunakan dalam perang Iraq, Afganistan dan perang arab-israel.

3. White Phosporus


Phosporus putih dapat menghasilkan kebakaran dan asap. Fosfor putih dibuat dari allotrope unsur kimia fosfor. Fungsi utama dari bom fosfor adalah untuk menghasilkan asap pelindung yang akan melindungi gerakan dan pandangan musuh, atau agar asal tembakan tidak terlihat oleh musuh.. Fosfor putih atau White Phosporus (WP) dapat menghasilkan asap dengan cepat begitu meledak. Penggunaan WP ini dikenal umum dalam dunia militer, baik infantry, tank, artileri dan lainnya.
Namun demikian, WP juga memiliki efek samping. WP dapat membakar apapun dengan sangat cepat. WP juga dapat digunakan senjata untuk membunuh tentara musuh, yang akan menyebabkan mereka yang terkena akan terbakar atau bahkan meninggal! WP yang dimasukkan ke dalam bom, misil jarak dekat dapat meledak dan menyebarkan api. Fosfor putih dapat mengakibatkan luka dan kematian dengan tiga cara: dengan membakar jaringan otot, jika asapnya terhirup, atau tertelan. Akibat paling fatal jika tertelan atau terbakar.

4. Napalm Bomb


Banyak negara protes saat Indonesia menggunakan bom napalm dalam operasi Seroja di Timor-Timur tahun 70-an, tapi dalam sekala yang lebih besar AS menggunakan bom ini dalam konflik di Vietnam serta Israel dalam perang Yom Kippur, namun tidak banyak negara yang protes.
ecara teknis napalm adalah bom bakar yang berisi zat kimia berbentuk pasta tertentu yang akan terbakar begitu bom pecah di darat. Pasta yang cair akan menyebarkan nyala api ke berbagai arah dan bom ini sangat efektif untuk menghancurkan pasukan darat yang bersembuni di parit-parit atau hutan.

5. Peluru DU (Depleted Uranium)



Ini yang paling keren gan! Peluru depleted uranium adalah jenis peluru yang dikembangkan dari limbah Uranium hasil pelucutan bom nuklir. Secara harafiah depleted uranium berarti uranium yang dilemahkan radiasinya. Peluru ini sangat handal dan menjadi standar senjata meriam gatling GAU-8 Avenger yang dibawa pesawat A-10 serta canon bushmaster pada APC Bradley. DU juga digunakan untuk membuat inti peluru anti material pada tank Abrams. Efektifitas senjata ini adalah mampu menembus bahan baja tank setebal apapun dan ini terbukti pada perang Iraq dimana ratusan tank Iraq menjadi korban senjata ini.

Yang menjadikan senjata ini kontroversial adalah kandungan uranium yang ternyata menurut penelitian masih memancarkan radiasi dalam tingkatan yang membahayakan manusia. Ini tebukti pada kasus di bosnia saat beberapa tentara Italia menderita leukemia beberapa hari setelah menggunakan peluru tersebut. di Iraq, tank-tank yang hancur terkena peluru ini ternyata memancarkan radiasi yang membuat tank-tank rongsokan tersebut tidak aman untuk didekati.

Senjata Militer Canggih Buatan Indonesia Yang Mendunia


Senjata Militer Canggih Buatan Indonesia Yang Mendunia - Keinginan Indonesia untuk meningkatkan kekuatan militernya dalam hal alutsita atau peralatan tempur mulai nampak hasilnya. Teknologi militer Indonesia ditopang oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alutsita dan senjata TNI. Misalnya, PT. PAL, PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini nampakya kerja sama itu membuahkan hasil yang membanggakan. Buktinya dengan banyak senjata-senjata canggih dan berkualitas yang berhasil diciptakan oleh Indonesia. Lebih hebatnya lagi senjata buatan Indonesia tergolong senjata canggih, sehingga banyak negara di dunia yang tertarik untuk memesan senjata kepada Indonesia.

Berikut ini adalah Senjata Militer Canggih Buatan Indonesia yang Mendunia :


1. Panser Anoa


Panser Anoa menjadi produk militer buatan Indonesia yang diminati oleh negara lain. Panser Anoa adalah sebuah kendaraan militer yang berlapiskan baja yang dibuat oleh PT. Pindad (persero) Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured Personnel Carrier), bila di artikan ke bahasa Indonesia maka Pengangkut Personel Lapisan Baja). Nama Anoa diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di pulau Sulawesi. APS 3 ini dinamai Anoa, yang merupakan salah satu jenis kerbau asli dari Indonesia. Purwarupa pertama kali diperlihatkan oleh publik pada ulang tahun TNI ke 61 pada 5 Oktober 2006 di markas besar TNI, Cilangkap.

2. Kepala Roket ( Smoke Warhead )


Produk senjata militer Indonesia yang pertama kali menarik perhatian oleh dunia yaitu kepala roket (smoke warhead). Smoke warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 ml dan cocok bila dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano. Smoke warhead memberikan informasi pada pilot tentang posisi persis jatuhnya roket mereka.

3. Pesawat CN-235 MPA



Produk militer Indonesia yang mendunia berikutya adalah Pesawat CN-235 MPA. Pesawat ini merupakan jenis dari Pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) di produksi oleh PT. Dirgantara Indonesia yang menjadi salah satu alutsista yang diminati negara lain.

CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam Singapore Airshow 2008. Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2004.

CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.


4. Fast Patrol Boat



Produk militer Indonesia yang keempat adalah Fast Patrol Boat. Putra Putri terbaik bangsa di PT. PAL telah berhasil membuat kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat).

Kontruksi lambung dan anjungan kapal yang di buat dari bahan aluminium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot.

Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi dengan Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistem navigasi dan komunikasi seperti oche sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.


5. Amunisi/Peluru buatan PT. Pindad



Produk senjata militer Indonesia selanjutnya yaitu Peluru buatan PT. Pindad. PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat) selama ini memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm. Peluru yang dihasilkan oleh PT. Pindad juga diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Amerika Serikat (AS), Singapura, Filiphina, Bangladesh.

Peluru buatan Pindad tentu bukan sembarangan, sebab produk dalam negeri itu telah di uji kelayakan badan Internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.


6. Senapan Serbu SS-2



Terakhir senjata canggih buatan Indonesia yang menghebohkan dunia adalah Senapan Serbu SS-2. PT. Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata antara lain : jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tipe A), RG-1 (tipe C), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 dan Sabhara V2), senjat penjaga hutan, pistol professional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection). Produk-produk tersebut banyak di pesan oleh luar negeri.

Senapan Serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara dari Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.

Kini perusahaan-perusahaan penyokong alutsista dan persenjataan TNI selalu mengembangkan produknya guna meningkatkan mutu serta kualitas. Yang terbaru adalah PT. PAL akan membuat kapal induk skala kecil untuk menyokong tugas-tugas dari TNI.


Sabtu, 14 November 2015

5 Angkatan Bersenjata Paling Mematikan di Dunia

Berikut ini adalah 5 Angkatan Bersenjata Paling Mematikan di Dunia :

5) Kopassus ( Indonesia )


Dibentuk pada tahun 1952, pasukan khusus TNI yang ditakuti ini dikenal dekat dengan pemerintah dan menjadi ujung tombak kampanye militer pemerintah di masa Orde Baru.
Operasi terkenal: Pada tahun 1981, sekelompok teroris membajak penerbangan Pesawat Garuda 206. Setelah pesawat mendarat, pasukan penyerbu Kopassus melakukan operasi langkah cepat, membunuh tiga orang pembajak dan membebaskan 50 penumpang.

4) Sayeret Matkal ( Israel )


Pasukan khusus angkatan bersenjata Israel ini dikenal ahli dalam senjata ringan, beladiri, dan melakukan mata-mata/intelijen dari jauh di belakang garis musuh. Belakangan ini mereka disibukkan dengan penanggulangan terorisme dan penyelamatan sandera.
Operasi terkenal: Dikenal dengan sebutan Operasi Entebbe, yaitu sebuah misi penyelamatan untuk membebaskan para sandera di pesawat Air France 139 di Bandara Entebbe, Uganda, pada tahun 1976. Satu tentara Israel, 45 tentara Uganda, enam pembajak dan tiga sandera tewas dalam operasi ini. Namun setidaknya operasi ini berhasil membebaskan 100 sandera.

3) The Kaibiles ( Guatemala )


Pasukan komando kontra revolusioner Guatemala ini dikenal ahli dalam perang hutan dan menghadapi pasukan pemberontak. Dibentuk pada tahun 1975, motto mereka adalah, "Jika aku maju, ikuti aku. Jika aku berhenti, dorong aku. Jika aku mundur, bunuh aku."
Operasi terkenal: Delapan Kaibiles tewas dan lima terluka dalam penyerangan di Kongo sebagai bagian dari misi pasukan perdamaian PBB. Pasukan yang tewas tersebut merupakan bagian dari operasi yang gagal dalam usaha untuk menangkap komandan deputi dari Tentara Perlawanan Penguasa Uganda (Uganda's Lord's Resistence Army)

2) Alpha Group ( Rusia )



Skuad kontra teroris Rusia yang terdiri dari 700 pria kasar, dibentuk pada tahun 1974 dan tetap eksis meskipun Uni Sovyet runtuh.
Operasi terkenal: Penyelamatan sandera di sekolah Beslan pada tahun 2004, dimana 1200 sandera ditahan oleh gerilyawan separatis Chechnya yang berakhir dengan tewasnya 31 teroris. Sebuah hasil yang bagus, namun buruknya mereka juga membunuh lebih dari 350 warga sipil.

1) U.S Navy Seals ( Amerika )


Angkatan Laut Amerika yang dikenal dengan kemampuan bekerja di bawah air dan berurusan dengan urusan pengintaian, kontra terorisme, penyelamatan sandera, dan cara berperang di luar kebiasaan (Navy SEALmerupakan pasukan khusus AL Amerika yang tidak hanya mampu beroperasi di laut, tapi juga di darat dan udara, sesuai namanya SEAL, yaitu singkatan dari SEa atau laut, Air atau udara, dan Land atau darat).
Operasi terkenal: Sebuah tim yang diresmikan presiden Barack Obama berhasil membunuh Osama bin Laden di tempat persembunyiannya di Pakistan. Tiga Navy Seals juga berhasil membunuh tiga bajak laut Somalia ketika mereka menahan sandera seorang kapten kapal.

Sumber : http://narayana734.blogspot.co.id/2012/03/5-angkatan-bersenjata-paling-mematikan.html

Kehebatan dan Kelebihan KOPASSUS yang Sesungguhnya



Kopassus saat ini memiliki dua grup tempur berseragam (Parako): Grup 1 di Jakarta dan Grup 2 di Kartosuro, Solo. Sam lagi disebut Grup 3 Sandi Yudha yang tak lain blue jins soldiers serta makin lengkap dengan Satuan 81 Penanggulangan Teror. Setingkat dengan keempat unit adalah Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar. Kelima satuan ini dipimpin perwira berpangkat kolonel.


Keterpampilan lempar pisau bukan urusan mudah. Dalam kondisi terdesak, keahlian ini bisa sangat berguna melumpuhkan musuh
Grup 1 memiliki karakter keras, cepat dan militan. Karakter yang menjadi identitas satuan ini merupakan warisan dari senior pendahulu. Karakter itu terus dipertahankan dari generasi ke generasi hingga akhirnya menjadi trade mark satuan. Sebagai satuan tempur, Grup 1 sangat lah ideal. Semua anggota tinggal di komplek markas yang terawat dengan baik. Fasilitas latihan sangat memadai. Mulai dari dari halang rintang, hutan, kolam renang, menara, lapangan tembak 600 dan 300 meter, lapangan tembak pistol serta sebuah lapangan tembak bulat 15 meter. Lapangan ini digunakan untuk mengasah kemampuan tembak reaksi. Ketika COMMANDO melakukan peliputan, fasilitas CQB (close quarter battle) tengah dibenahi. Untuk menjawab kebutuhan gerak cepat, tersedia tiga heli pad. 


Lalu jika ditelusuri track yang mengitari markas di samping pagar pembatas, panjangnya 5,5 kilometer. Jalanan ini biasa digunakan untuk jogging tiap senin dan tanggal 17.
Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui bagi warga negara Republik Indonesia untuk menjadi prajurit Kopassus. Secara umum harus lulus pendidikan pembentukan sesuai tingkatan. Mulai dari Secata (Sekolah Calon Tamtama), Secaba (Sekolah Calon Bintara), Sepa PK (Sekolah Pembentukan Prajurit Karir) dan Akademi Militer. Setelah lobos dari saringan penerimaan, mereka melanjutkan ke tahap pendidikan kecabangan, pendidikan para dasar, latihan komando selama tujuh bulan yang berakhir dengan pembaretan di Nusakambangan. Setelah di satuan akan ditambahkan dengan materi spesialisasi dasar.
Bagi yang melewati pintu masuk dari Sepa PK dan Akademi Militer, pendidikan para dan komando baru dilakukan setelah dilantik sebagai perwira. Pendidikan komando bertujuan untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan prajurit Kopassus sehingga mampu baik secara individu dan kelompok melaksanakan operasi komando.


Dalam proses rekrutmen, Kopassus menerapkan standar di atas rata-rata. Dari postur tubuh saja, minimal 168 sentimeter. Bahkan era Prabowo Subijanto pernah mencapai 170 sentimeter. Penerapan standar tinggi ini tentu dengan maksud untuk mendapatkan sosok prajurit yang tangguh dan berwibawa. Dari semua tahapan pendidikan di atas, materi komando diakui paling berat. Namun justru dari sinilah awalnya pembentukan prajurit individu seperti yang dibutuhkan Kopassus sebagai komando tempur. Kenyataannya walau seberat apapun, toh generasi muda tetap berduyun-duyun mengikuti seleksi penerimaan anggota Kopassus. Ada kebanggaan memang ketika baret merah melekat di kepala.

Membaca jejak musuh. Dengan keahliannya. Parako bisa menduga kapan posisi itu ditinggal musuh
Adalah Mayor Inf Sarwo Edhi Wibowo yang banyak membawa angin perubahan dalam pendidikan komando. Komandan ke 4 ini menata materi pendidikan lebih sistematis dan terarah sesuai kebutuhan. Termasuk mencari daerah latihan Akhir dari penyempurnaan adalah ditetapkannya tahapan pendidikan komando: Tahap Basis, Gunung dan Hutan serta Tahap Pendaratan Laut.

Kecepatan reaksi tidak hanya harus mampuni di medan lapang. Kadang di sela semak belukar, prajurit Parako harus bisa bergerak cepat dengan senjata mengarah kedepan untuk mengejar musuh yang lari. ketika sesi foto ini dibuat, fotograper COMMANDO sempat kelabakan mengikuti gerak pasukan yang terlalu cepat. Mengejar komposisi pas, kecepatan dan posisi pasukan, itulah susahnya.
Waktu pendidikan ditetapkan selama 20 minggu. Periode pelatihan dibagi atas Latihan Dasar Komando (10 minggu), Gunung dan Hutan (enam minggu) dan Pendaratan Laut (empat minggu). Dalam ketiga tahapan ini, siswa komando menerima 63 materi pelajaran seperti teknik tempur, baca peta, pionir, patroli, survival, naik gunung serta pendaratan dengan kapal motor dan pendaratan amfibi. Pada masa setelah itu, waktu pendidikan mengalami peningkatan menjadi 22 minggu.


Malah karena kebutuhan organisasi dan lapangan yang terns meningkat, tahun 1991 waktu pendidikan menjadi 28 minggu. Para petinggi di Mako Kopassus terus berupaya mengupgrade kemampuan dan keterampilan prajurit. Maka diciptakanlan 28 jenis pendidikan dan kursus untuk mempertajam kemampuan. Mulai dari pendidikan sandi yudha, kursus pelatih komando, kursus pelatih sandi yudha, kursus pelatih para, kursus pelatih free fall, kursus jump master dan kursus pandu udara (path finder).

Hingga pertengahan 1990-an, Kopassus akhirnya mencapai pertumbuhan terbesarnya. Dari tiga grup dikembangkan menjadi lima grup. Kebutuhan personel meningkat dengan cepat. Ujungujungnya yang kelimpungan adalah Pusdik Passus. Untuk mengakalinya, akhirnya gelombang pendidikan yang sebelumnya sekali setahun dijadikan dua kali. Dan untuk memberikan jeda refreshing kepada Pusdik, waktu pendidikan dikurangi menjadi 20 minggu dengan tidak mengurangi materi. Artinya terjadi pemadatan materi. Dalam crash program ini calon prajurit diambilkan dan sejumlah Kodam serta werving internal di setiap grup Setelah kebutuhan terpenuhi, pendidikan komando kembali menjadi 28 minggu setahun sekali.

Paket ini masih dipertahankan hingga hari ini. Pendidikan komando diakhiri di Nusakambangan. Sebelum acara pembaretan, selalu diadakan demo penutup dari siswa komando yang disaksikan para undangan dan keluarga siswa. Kopassus menyebut demo saat matahari terbit ini dengan Seruko (Serangan Regu Komando). Setelah menyelesaikan pendidikan komando dan para dasar serta berhak menyandang brevet komando dan baret merah, saatnya berdinas pun dimulai.
Prajurit-prajurit baru itu disebar di Grup 1 dan 2. Di Grup, pada tahap awal mereka akan melaksanakan orientasi untuk mendapatkan gambaran tugas, nilainilai dan tradisi satuan barunya. Baru setelah itu dibawah pembinaan Grup, mereka menerima beberapa materi latihan. Baik untuk meningkatkan kemampuan, setidaknya memelihara kualifikasi yang sudah diperoleh. Tuntutan selama di Grup adalah setiap prajurit minimal hams mengikuti saw kali tugas operasi. Tuntutan ini adalah syarat mutlak apabila salah sam dari mereka dipromosikan ke Sat 81 atau Grup 3.
Pada masa menunggu sebelum tugas operasi turun, prajurit diberi pendidikan lanjutan. Yaitu pendidikan spesialisasi dan pendidikan khusus di Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus).
Sepursus diselenggarakan di Pusdik Passus, Batujajar. Kemampuan yang akan dikuasai ini sangat menunjang dalam operasi komando. Karena beroperasi dalam tim-tim kecil dengan menerapkan teknik-teknik unconventional warfare, pertempuran yang dilakukan memang tidak keroyokkan. Perebutan, pengepungan, pencidukan, penyekatan atau penculikan tokoh musuh, adalah jenis pertempuran yang tidak sembarangan.
 
Meluncur dari tower, adalah kemampuan standar yang harus dimiliki. Kekuatan tangan dan bahu, jadi kunci

Untuk itulah, materi-materi di Sepursus diarahkan kepada kebutuhan tugas. Meliputi PJD (Pertempuran Jarak Dekat), perang kota, gerilya lawan gerilya, selam militer dan antiteror. Selain Sepursus, prajurit juga diharuskan mengikuti pendidikan spesialisasi. Jika Sepursus difokuskan untuk level kelompok tempur, maka pendidikan spesialisasi adalah kecakapan individu untuk mendukung kelompok tempur. Kopassus menggunakan istilah regu untuk kelompok tempur terkecilnya yang berkekuatan 10 orang.

Sniper Accuracy International 7,62 milimeter

Pada kenyataannya, sniper ini jarang dibawa regu. Kelincahan gerak di hutan, jadi pertimbangan kenapa sniper ini jarang dibawa. Kecuali penugasan sangat khusus.Pendidikan komando

Melelahkan dan meruntuhkan mental. Itulah kesimpulan akhir dan pendidikan komando. Ada yang kuat, setengah kuat dan yang gagal di tengah jalan. Penilaian akhir pendidikan komando dilakukan secara akumulatif dari puluhan materi yang diberikan. Dari penilaian itu akan terlihat kecenderungan, kelebihan dan kekurangan seorang prajurit. Peserta gagal biasanya karena sakit.
 Standar selama pendidikan di atas rata-rata. Kalau nilai jasmani di satuan lain minimal 61, Kopassus menerapkan angka 70. Nilai yang sama untuk menembak. Yang berat juga dalam urusan jasmani adalah renang nonstop 2.000 meter dan renang ponco menyeberangi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.

Unit PJD dengan kendaraan khusus Land Rover dilengkapi senapan berat CIS 12,7 milimeter

Setidaknya ada dua materi yang bikin bulu kuduk merinding dalam tahap Perang Hutan. Yaitu Pelolosan dan Kamp Tawanan Sebagian prajurit Kopassus yang ditanya soal dua materi ini hanya bisa tersenyum tipis sambil melirik COMMANDO. “Berat, berat sekali tapi harus dilalui apapun yang akan terjadi,” aku seorang prajurit Grup 1.

Pelolosan diawali dengan dilepasnya siswa satu demi satu di sebuah tempat di Nusakambangan. Dalam hitungan tertentu, is harus tiba di save house di pantai Permisan. “Kalau ditarik garis, itu dari ujung ke ujung pulau hingga berakhir di Permisan,” jelas Kapten Inf Agus Widodo, Perwira Seksi Intel Grup 1. Pelolosan dimulai pukul 7 pagi hingga paling lambat memasuki save house pukul 10 malam.


SYARAT NAIK PANGKAT
Setelah dilepas instruktur, siswa yang tidak dibekali apapun itu hams mampu menembus segala rintangan selama di perjalanan. Rintangan baik dari alam atau rekaan para instruktur. Rekaan instruktur bisa berupa tembakan atau dikejar sampai tertangkap. “Kami harus berupaya agar tidak tertangkap, karena tertangkap sama saja gagal melaksanakan tugas,” kata Agus. Apa jadinya kalau tertangkap? Bayangkan saja perang sungguhan ketika seorang tentara musuh tertangkap. Dimasukkan ke dalam tahanan lalu diinterogasi dan disiksa sampai buka mulut. Gebukan, tendangan, hantaman benda keras dan sejumlah siksaan lainnya yang mungkin tidak bisa disebutkan, hams diterima bagi yang tertangkap. Katanya sejumlah tentara asing mengakui bahwa materi ini tidak manusiawi. Menurut Kapten Agus, latihan ini membuat mereka betul-betul sadar ancaman yang bisa saja diterima dalam sebuah pertempuran.
Selesai Pelolosan, berikutnya sudah menunggu materi Kamp Tawanan Jika di Pelolosan hanya yang tertangkap merasakan siksaan sebagai tawanan, maka di Kamp Tawanan seluruh siswa merasakannya. Selama tiga hari tiga malam, siswa merasakan beratnya menjadi tawanan perang. Walau semua jenis siksaan fisik ini sudah ditentang lewat Konvensi Jenewa, namun siapa bisa menjamin tidak akan terjadi. Contoh paling aktual lihat saja penyiksaan tawanan Irak di Baghdad Correctional Facility yang dulunya Penjara Abu Ghraib oleh tentara Amerika Serikat tahun 2004.



Sumber : http://segitiga8.blogspot.co.id/2013/08/kehebatan-dan-kelebihan-kopassus-yang.html

Inilah Prestasi Kekuatan Militer Indonesia (KOPASSUS)


Komandan Pasukan Khusus atau disingkat dengan Kopassus, menempati peringkat ketiga di bawah naungan SAS (Inggris) dan MOSSAD (Israel).

Lain halnya dengan Amerika yang tidak menempatkan satupun wakilnya di peringkat pertama situs Global Fire Power. Hal ini disebabkan karena pasukan elit mereka lebih mengandalkan teknologi daripada skill dan kemampuan individu dari pasukan itu sendiri. Berikut adalah sederet prestasi mentereng militer Indonesia yang membanggakan di mata dunia.



1. Peringkat Ketiga Pasukan Elite Dunia

Menurut Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia karena ternyata mampu mengalahkan pasukan elite dari beberapa negara lain yang terlalu bergantung pada teknologi akurat, serba digital dan super canggih.

2. Peringkat Kedua Sukses Operasi Militer

Pada pertemuan Elite Forces di Wina, Austria. Kopassus meraih peringkat kedua dalam melakukan operasi militer stategis (intelijen, pergerakan, penyusupan, penindakan). Sementara itu, urutan pertama adalah pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu, 35 pasukan elite dari beberapa negara di dunia unjuk gigi dalam ajang tersebut.

3. Dipercaya oleh PBB

TNI sering ditugaskan PBB dalam misi perdamaian di Mesir sejak diterjunkan pertama kali pada 8 Januari 1957 dengan Pimpinan Letkol Infantri Hartoyo. Setelahnya, pasukan perdamaian TNI bernama Kontingen Garuda (KONGA) sudah lebih dari 30 kali diterjunkan untuk menjaga dan memelihara perdamaian dunia.

4. Misi Diplomatik

KONGA juga melakukan misi diplomatik dengan mempertunjukan kebudayaan Nusantara, salah satunya adalah memainkan angklung saat sedang bertugas di Sudan. Aksi ini menunjukan pada dunia bahwa menjaga perdamaian tidak hanya dengan peralatan senjata, namun juga bisa dilakukan dengan atribut kebudayaan dan berbagai misi kemanusiaan.

5. Melatih Militer di Afrika

Setidaknya lebih dari 80% para Perwira Kopassus berpartisipasi dalam acara pelatihan militer di Afrika. Hingga akhirnya beberapa negara di Afrika Utara hingga Barat memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite berkat tentara Indonesia.

6. Merah Putih di Gunung Everest

Berkat Kopassus, Indonesia pertama kalinya mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Everest. Sekaligus mencatatkan diri sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang pernah menginjakkan kaki di gunung tertinggi tersebut.

7. Operasi Woyla

Kopassus berhasil membebaskan seluruh sandera yang ada di dalam pesawat Garuda Indonesia di tahun 1981. Semua pembajak tewas dihabisi, tak heran jika ini aksi heroik ini mendapat pujian dari berbagai belahan dunia kala itu,

8. Prestasi Mayor Jenderal Rais Abin

Pada tahun 1976, Rais Abin dipercaya PBB sebagai Panglima United Nations Emergency Forces (UNEF)II yaitu sebuah pasukan perdamaian PBB. Dalam misi ini Rais Abin memimpin sekitar 4.000 tentara yang berasal dari berbagai negara di dunia, yaitu Austria, Finlandia, Ghana, Polandia, Swedia, Irlandia, Nepal, Panama, Australia dan khususnya Indonesia.
Rais Abin merupakan orang pertama di Asia yang menjabat Panglima UNEF II dalam misi mejaga perdamaian antara Mesir dan Israel pasca perang Yom Kippur (Oktober 1973). Berkat usaha lobi dan kerja keras Rais Abin, konflik antara Mesir dan Israel berakhir dengan penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Gedung Putih, Amerika Serikat.

9. Juara Umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014

Kopassus menyabet kejuaraan menembak internasional AASAM 2014 ke 67. Hasilnya, dari lomba ini TNI memperoleh 32 medali emas, 15 medali perak dan 20 perunggu dari anggota Angkatan Darat. Sedangkan, tuan rumah Australia berada di urutan kedua dengan perolehan 6 medali emas, 15 perak dan 20 perunggu.
Disusul Brunei Darussalam di urutan ketiga dengan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2014 lalu.

10. Juara Umum Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM) 2015

Lomba tembak BISAM ke-11 yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari sampai dengan 2 Februari 2015 di Brunei Darussalam diikuti oleh 16 negara peserta yang terdiri dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, China, Oman, Australia, Vietnam, New Zealand, United Kingdom, United States Of America, Philipina, Laos, Thailand, Kamboja dan Pakistan.
Dalam lomba ini, Kontingen TNI menjadi juara umum dan memperoleh sebanyak 34 medali nomor individu serta kelompok. Pada nomor Individu, total medali yang diraih sebanyak 6 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Sedangkan pada nomor kelompok, TNI meraih sejumlah 14 emas, 3 perak dan 1 perunggu.
Prestasi diatas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para segenap anggota TNI mengingat prestasinya yang selalu dikenal di berbagai negara khususnya Indonesia. Sampai sekarang prestasi itupun masih terus berlanjut. Semoga prestasi ini akan tetap ada di tahun yang akan datang, Semoga saja


Sumber : http://wizamisasi.com/kekuatan-militer-indonesia/